TUGAS GENERASI MUDA ISLAM
Oleh : Khubaib Al-Farizi
Ikhwah Fillah ………
Islam sangat menaruh perhatian terhadap generasi muda karena mereka mempunyai tanggung jawab dan nilai tersendiri di mata umat dan masyarakat. Rasulullah SAW tak henti-hentinya mengerakkan generasi muda dan membimbing mereka agar benar-benar mampu mengemban tanggung jawab, kehormatan dan harga diri, Beliau bersabda : “ Pergunakanlah 5 perkara sebelum datang 5 perkara, masa mudamu sebelum datang masa tuamu, sehatmu sebelum datang sakitmu, kayamu sebelum datang miskinmu, dan saat kekosonganmu sebelum datang masa sibukmu” (H.R Hakim). Apabila setiap generasi muda islam mampu memanfaatkan masa mudanya sebaik mungkin dengan memperbaiki hubungannya kepada Allah serta lebih memahami dan menjiwai Islam secara benar dan utuh niscaya akan mudah baginya di dalam menelusuri jalan hidup dan kehidupan ini tanpa ada suatu kendalapun yang berarti.
Ikhwah Fillah ……
Di tangan pemuda tergenggam kemajuan dan kemunduran umat, pemuda inilah yang dapat merubah suatu sistem hidup yang baik maupun jelek, ada ungkapan yaitu :
“ Apabila di dalam suatu Negara pemudanya baik maka baiklah Negara itu, tetapi apabila di dalam suatu Negara pemudanya buruk maka buruklah Negara itu”.
Coba kita lihat sejarah para pemuda mereka banyak mengukir sejarah dan mengubah suatu sistem dalam suatu negara, seperti :
Reformasi di Cina yang dipelopori Dr Suen Yat Sen, yang menggerakkan para pemuda untuk mereformasi negara cina.
Kemerdekaan indonesia seperti pembentukan young java, young sumatra, pembentukan sumpah pemuda dll
Reformasi yang terjadi pada pemerintahan soeharto juga dilakukan oleh pemuda
Dll
Ikhwah Fillah .......
Bagaimana Rasulluh banyak membina para pemuda-pemuda sehingga menjadi pemuda-pemuda Robbani yang teguh untuk menegakkan kalimat Allah, pemuda-pemuda yang ditempa oleh Rasulullah sehingga menjadi pribadi-pribadi yang tangguh dalam terpaan cobaan, pemuda-pemuda yang telah banyak mengukir sejarah islam hingga islam tersebar kepelosok dunia, pemuda-pemuda yang memiliki semangat yang membara untuk mencari kebenaran hakiki walau jiwa dan raganya ditaruhkan, pemuda yang mampu menahan hawa nafsunya yang berakhlak mulia. Pemuda-pemuda yang hidup dimasa Rasulluah yang menjadi sahabat setia, yaitu :
Usamah bin Zaid yang berusia 18-20 tahun menjadi panglima perang Romawi, tetapi orang-orang munafik berkata : Dia (Nabi) mengangkat anak ingusan menjadi komandan di kalangan pembesar Muhajirin dan Anshar, lalu Rasullulah bersabda :
Jika kalian (orang-orang munafiq) menggugat kepemimpinan Usamah bin Zaid maka (tidaklah aneh karena) sesungguhnya kalian juga pernah menggungat kepemimpinan ayahnya sebelumnya. Demi Allah, sunguh ia pantas dan baik memegang kepemimpinan itu.
Ali bin Abi Thalib : Menjadi pengganti Rasul pada waktu Rasulullah mau dibunuh dll
Abdullah Bin Umar ditolak rasulluah karena terlalu muda untuk berperang, tetapi semangat untuk berjuang menegakkan kalimat Allah sangat tinggi
Saad Bin Abi Abi Waqqash pada usia 17 tahun tentang keteguhannya terhadap islam walau ibunya sendirinya memaksanya untuk keluar dari islam
Artinya : “ Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, Kemudian Hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka Kuberitakan kepadamu apa yang Telah kamu kerjakan . (Q.S Luqman (31) : 15)
Ikhwah Fillah ......
Seribu harapan dan dambaan telah tertumpu pada generasi muda agar mereka mampu mengisi masa mudanya seoptimal mungkin dan memiliki kendali diri dengan senantiasa meningkatkan hubungan vertikal kepada Allah SWT. Mampu menahan dan mengendalikan hawa nafsu dan emosi negatifnya. Selalu berusaha memanfatkan potensial akal yang dianugerahkan, memiliki minat dan antusias terhadap ilmu pengetahuan serta mampu mendayagunanakan ide. Berusaha menerapkan norma-norma islami di tengah-tengah keluarga dan selalu peka terhadap gejolak serta perkembangan masyarkat dengan memberikan tanggapan guna mengantisipasi hal-hal negatif serta berusaha mencari penyelesaian setiap permasalahan yang dihadapkanya.
Ikhwah Fillah .......
Kita lihat sekarang fenomena generasi muda islam sekarang, banyak umat islam telah terpengaruh dengan gaya orang yang barat yang kebanyakan jauh menyimpang dari ajaran islam seperti :
Pakaian/fashion
Hiburan/Fun
Film
Olah Raga/Sport
Coba kita renungkan pemuda islam sekarang lebih tau tentang tokoh-tokoh yang jauh sekali mengenal islam dibandingkan dengan tokoh-tokoh para pemuda sahabat, coba sekarang jujur saja apakah antum/antuna tau banyak tentang pribadi Ali Bin Abi Thalib, Tholhah, Abdullah bin rawahah, Hasan, Husein atau Abu Bakar, Umar, dan Usman. Ataukah antum tau siapa 10 para sahabat yang dijamin masuk surga atau antum lebih banyak mengetahui tokoh-tokoh yang mereka dalam kesehariannya bila tidak taubat maka mereka dimasukkan kedalam neraka. Wahai sahabatku lihatlah generasi islam sekarang mereka jarang memegang atau mempelajari alqur’an, mereka lebih suka membaca buku novel/majalah yang sangat jauh dengan islam, mereka lebih suka pergi ke tempat mol, kafe dan tempat hiburan dibandingkan pergi ke masjid, mereka lebih tahan menonton TV selama 5 jam dibandingkan dengan sholat atau membaca Al-Qur’an.
Ikhwah Fillah ........
Allah sangat murka dan tidak ridho kita mencontoh atau mengambil wali selain saudara seakidah (Yahudi dan Nasrani) :
Artinya : “ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang Telah diberi Kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman ” (QS Al-Maaidah (5) : 57).
Nabi Bersabda : “ Barangsiapa keluar dari jamaah sekedar satu jengkal, sesungguhnya ia telah melepas ikatan Islam dari tengkuknya ”
Tasyabuh : meniru atau menyerupai satu kaum juga termasuk tanda-tanda wala’. Sehubungan dengan ini Rasulluah SAW, bersabda :
“ Barangsiapa yang menyerupai satu kaum, maka ia termasuk golongan mereka”.
Orang yang bertasyabuh kepada Rasulluh SAW dan para sahabat berarti ia pengikut Rasulluah dan para sahabat, dan termasuk dalam golongan mereka, sebaliknya orang yang bertasyabuh kepada orang kafir seperti meniru orang-orang kafir berarti mereka menjadi golongan mereka.
TUGAS GENESASI MUDA
Artinya : “ Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang Telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa (QS Al-Baqarah (2) : 21)
Artinya : “Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia." (QS Al-Ikhlas (112) : 1-4)
Setiap muslim di harapkan dapat melaksanakan segala aktivitas yang diperintahkan-Nya dan menjauhi larangan-Nya. “ Hendaknya engkau memiliki rasa malu yang kuat, berperasaan yang sensitif dan peka oleh kebaikan dan keburukan, yakni munculnya rasa bahagia untuk yang pertama dan rasa tersiksa untuk yang kedua” (Membina Angkatan Mujahid, Kewajiban kesebelas, hal 193). Dengan kita beriman kepada Allah maka kita sebagai generasi muda akan mampu bertahan dengan derasnya arus globalisasi yang semakin merusak umat islam.
Pemuda identik dengan gejolak jiwa yang membara, semangat yang menggebu, bebas. Untuk itu kita harus mengelola agar jiwa ini selalu suci dan bersih tanpa ada noktah tinta yang dapat
Merusak jiwa tersebut
Artinya : “ Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya ”. (QS Asy Syams (91) : 7-10).
Dalam ayat inilah Allah SWT menghubungkan keberuntungan dengan penyucian jiwa dan kerugian dengan pengotorannya, kita harus sadari bahwa musuh yang paling berat adalah jiwa atau nafsu kita sendiri yang senantiasa menggoda umat manusia, nafsu yang cenderung kepada kemungkaran dan menjauhi segala kebajikan, oleh Karena itu kita diperintahkan untuk menyucikan dan meluruskannya, dan menolaknya dari berbagai bentuk kenikmatan dan kelezatan syahwat.
Nabi Bersabda “ Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim”. Islam tidak membedakan antara ilmu agama dan ilmu dunia atau umum. Allah akan meninggikan derajad orang-orang berilmu dari yang lainnya. Dan menjadikan pengetahuan sebagai jalan untuk menaati segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangn-Nya serta sebagai sarana untuk dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT
Banyak ilmuan-ilmuan islam yang berkembang pada waktu kejayaan islam, mereka semua ingin menemukan sesuatu yang tersembunyi untuk mengungkapkan kemahabesaran Allah SWT seperti :
Ibnu Juljul : Tanaman Obat-obatan
Abu Ja’far Ibnu Al Jazza : Kedokteran
Abdulatif Al Baghdadi : Anatomi
Ibnu Sina : Anatomi/kedokteran
Zakariya Qazwini : Jantung dan Otak
Ali Bin Isa : Anatomi Mata
Biruni : Astronomi
Tsabit Ibnu Qurrah : Matematika
Battani : Matematika
Ibn Al Haitsam : Optik
Al Kindi : Fisika
Ibnu Al Haytsam : Matematika
Dll
Yang mereka semua ingin memahami dari isi Alqur’an dan kebesaran alam jagad raya ini sampai-sampai mereka pada waktu pusing tidak mendapatkan teori dari suatu percobaan mereka pergi kemasjid setelah itu mereka meneliti kembali. Para pakar ingin masa kini menghubungkan dengan ilmuan islam dengan pakar yunani apakah ada keterkaitan, ternyata disimpulkan bahwa ilmuan islam bersifat penelitian dan percobaan untuk mendapatkan suatu teori sedangkan pakar yunani mereka berkonsep hanya berkisar tentang teori, sehingga islam mengajarkan kita tidak bersifat imajinasi atau daya hayal tetapi islam mengajarkan berdasarkan ilmiah dengan menggunakan pola pikir, karena banyak pernyataan di dalam Alqur’an untuk memanfaatkan pola pikir kita, seperti :
Artinya : “ Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka (Ali Imran (3) : 190-191).
Sungguh banyak orang yang menuntut ilmu duniawi hanya untuk kenikmatan akherat semata, sudah saatnya kamu bangkit dari tidur pulasmu.
Siapakah yang ?
Menjadi dokter muslim
Siapakah yang menjadi Komputer muslim
Siapakan yang menjadi Teknik bangunan muslim
Siapakan yang menjadi arsitek muslim
Mayoritas generasi muda hidup dan tumbuh berkembang bersama keluarga, namun patut kiranya menjadi keprihatinan kita, bahwa belum semua keluarga atau masih banyak keluarga-keluarga yang belum diwarnai dan terpoleskan dengan kehidupan islam, bahkan ada diantara keluarga kita yang sama sekali menjauhkan diri dari norma-norma dan kaidah-kaidah islam.
Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan (QS At-Tahrim (66) : 6)
Artinya : “ Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar[; merekalah orang-orang yang beruntung.
Coba Kita renungkan pertanyaan ini
Berapa jam antum beribadah kepada Allah SWT
Berapa jam antum berhubungan baik dengan manusia (menolong, tebar salam dan mengajak manusia untuk dekat kepada Allah)
Apa yang saya perbuat untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat, negara dan agama
Betulkah selama ini saya masih berleha-leha, santai riya, berpoya-poya dan banyak melakukan pekerjaan yang sia-sia apalagi maksiat
Mengapa .....mengapa.......mengapa.......semuanya sangat kurang bahkan tidak ada sama sekali ?
Berapa umur yang diberikan oleh Allah (17, 18, 19, atau duapuluhan) apakah itu tidak cukup selama ini kita terus melakukan kemaksiatan
Seandainya pada hari ini ana meninggal amalan apa yang saya persembahkan kepada zat yang maha besar pembalasannya
Artinya : Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka (QS Ali Imran (3) : 190-191)
Mengapa .....mengapa.......mengapa.......semuanya sangat kurang bahkan tidak ada sama sekali ?
Berapa besar yang kita lakukan selama ini untuk agama ini
Berapa dana yang kita korbankan dana untuk kemajuan islam
Berapa waktu antum luangkan untuk perjuangkan islam, coba renungkan ayat ini
Artinya ; “Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu Mengetahui (Ass- Shaff (61) : 10-11)